scopus-png

Pentingnya Memiliki ID Scopus dan Sinta

scopus-png

Bagi penulis yang berhasil mempublikasikan karya ilmiah di jurnal yang terindeks Scopus, mereka akan secara otomatis mendapatkan Scopus ID. Scopus ID adalah identitas unik yang diberikan kepada penulis oleh database Scopus. Scopus sendiri merupakan basis data besar yang menghimpun literatur ilmiah dari berbagai jurnal akademik bereputasi, dan dikelola oleh penerbit Elsevier. Scopus mencakup berbagai disiplin ilmu seperti sains, teknik, ilmu sosial, dan humaniora. Adanya Scopus ID memudahkan dosen, peneliti, maupun pihak lain untuk melacak dan mengakses rekam jejak publikasi penulis tersebut.

Pentingnya ID Scopus dan Sinta Update 2025

idscopus-idsinta-png

Sejalan dengan keberadaan Scopus ID, terdapat pula Sinta ID, yakni sebuah platform nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti). Platform ini bertujuan untuk mengukur performa penelitian, publikasi, serta jurnal ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan peneliti di Indonesia. Sinta ID berfungsi sebagai sistem evaluasi dan pengindeksan jurnal ilmiah nasional. Setiap dosen dan peneliti diwajibkan memiliki profil Sinta ID yang telah terintegrasi dengan berbagai platform publikasi seperti Scopus, Google Scholar, Bima, dan Sister, sehingga menghasilkan penilaian yang menyeluruh terhadap kinerja akademik mereka.

Selain sebagai alat ukur performa publikasi nasional dan internasional, Sinta ID juga menjadi syarat dalam pengajuan hibah penelitian. Untuk mengikuti program hibah ini, dosen dibagi ke dalam dua kategori: untuk penelitian dasar, dosen harus memiliki skor Sinta minimal 150; sementara untuk penelitian lanjutan, diperlukan skor Sinta minimal 300.

Pentingnya Scopus ID bagi Peneliti

Bagi peneliti yang berhasil mempublikasikan artikelnya di jurnal terindeks Scopus, akan secara otomatis mendapatkan Scopus ID, yaitu nomor identifikasi unik yang digunakan untuk menelusuri jejak akademik seorang penulis dalam basis data Scopus.

Beberapa informasi penting tentang Scopus dan Scopus ID:

  • 🔍 Scopus merupakan basis data ilmiah besar yang dikelola oleh Elsevier dan mencakup jurnal bereputasi dari berbagai disiplin ilmu.
  • 📊 Scopus ID memungkinkan pelacakan otomatis terhadap jumlah publikasi, sitasi, dan metrik seperti h-index.
  • 🌍 Dosen dan peneliti bisa mengelola profil Scopus-nya melalui Author Feedback Wizard untuk memperbarui afiliasi, menyatukan profil duplikat, atau menambahkan artikel yang belum terindeks.

Peran Strategis Sinta ID di Indonesia

Sejalan dengan platform internasional seperti Scopus, di tingkat nasional terdapat Sinta ID (Science and Technology Index) yang dikelola oleh Kemenristek-Dikti. Platform ini menjadi alat penilaian terhadap kinerja penelitian dosen dan peneliti di Indonesia.

Fungsi dan keunggulan Sinta ID:

  • 📌 Mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk Scopus, Google Scholar, Bima, dan Sister.
  • 🎯 Digunakan sebagai dasar evaluasi untuk penilaian jabatan fungsional, akreditasi program studi, hingga persyaratan pengajuan hibah penelitian.
  • 📈 Menampilkan skor Sinta berdasarkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah seseorang.
  • 📋 Membantu lembaga atau perguruan tinggi memantau capaian publikasi dan pengembangan SDM berbasis data.

Kesimpulan

Kesimpulannya, dalam era publikasi ilmiah yang semakin berkembang, dosen dan peneliti perlu memiliki pemahaman yang baik dalam memilih jurnal yang kredibel dengan memperhatikan aspek seperti ISSN, dewan editorial, transparansi informasi, dan indeksasi jurnal. Identitas digital seperti Scopus ID dan Sinta ID menjadi instrumen penting dalam melacak dan menilai kinerja akademik, serta menjadi syarat dalam pengajuan hibah penelitian. Dengan memanfaatkan kedua platform ini secara optimal dan menghindari jurnal predator, dosen dan peneliti dapat menjaga integritas ilmiah sekaligus meningkatkan reputasi dan dampak penelitiannya di tingkat nasional maupun internasional.

Categories: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *