Artikel conference adalah karya tulis ilmiah yang dipresentasikan dalam sebuah seminar, simposium, atau konferensi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Artikel ini biasanya berisi hasil penelitian, gagasan konseptual, atau tinjauan literatur yang sesuai dengan tema konferensi.
Publikasi di conference internasional menjadi salah satu langkah strategis bagi dosen, peneliti, maupun mahasiswa pascasarjana untuk membangun reputasi akademik. Artikel yang dipresentasikan di forum ilmiah internasional tidak hanya meningkatkan academic visibility, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset lintas negara. Namun, agar artikel diterima dalam call for paper (CfP), penulis perlu memperhatikan teknik penulisan, standar akademik, serta etika publikasi. Berikut panduan lengkap dan tips praktis menulis artikel conference internasional:
Tips Praktis Menulis Artikel Conference Internasional

1. Pahami Pedoman Call for Paper (CfP)
Sebelum menulis, bacalah dengan teliti pedoman yang diberikan panitia conference. Biasanya mencakup:
- Tema dan subtema yang relevan dengan bidang keilmuan.
- Format penulisan (jumlah halaman, ukuran font, gaya sitasi APA/IEEE/Chicago).
- Template resmi dalam bentuk Word atau LaTeX.
- Batas waktu pengiriman (deadline) dan mekanisme submission (EasyChair, email, OJS).
Kesalahan umum penulis pemula adalah menulis tanpa membaca CfP, sehingga naskah ditolak bukan karena kualitas, melainkan ketidakpatuhan terhadap format.
2. Tentukan Topik yang Relevan, Aktual, dan Memiliki Kebaruan
Conference internasional lebih mengutamakan artikel yang menawarkan sesuatu yang baru (novelty). Maka, pilih topik yang:
- Relevan dengan tema conference.
- Aktual dan sedang dibahas dalam forum ilmiah.
- Memiliki kebaruan baik berupa metode, pendekatan, maupun temuan penelitian.
- Kontributif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau pemecahan masalah nyata.
Tips: Lakukan literature review minimal 20–30 artikel terbaru dari jurnal atau prosiding lima tahun terakhir.
3. Gunakan Struktur Artikel Conference Standar
Sebagian besar conference internasional mengikuti struktur IMRaD (Introduction, Method, Results, and Discussion), dengan detail sebagai berikut:
- Title & Abstract: Judul ringkas, jelas, menggambarkan isi artikel. Abstrak 150–250 kata mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
- Introduction: Latar belakang masalah, urgensi penelitian, gap analysis, dan tujuan penelitian.
- Literature Review (opsional): Kajian pustaka terkait teori dan penelitian terdahulu.
- Methodology: Penjelasan desain penelitian, sampel, instrumen, serta teknik analisis.
- Results and Discussion: Penyajian data dalam tabel/grafik, diikuti interpretasi dan perbandingan dengan penelitian sebelumnya.
- Conclusion & Recommendation: Menjawab pertanyaan penelitian, menekankan kontribusi, dan memberikan rekomendasi.
- References: Daftar pustaka sesuai gaya sitasi yang diminta (APA, IEEE, Chicago).
4. Gunakan Bahasa Akademik yang Efektif
Jika conference berbahasa Inggris, pastikan Anda menggunakan academic writing yang formal, ringkas, dan mudah dipahami.
- Hindari kalimat bertele-tele.
- Gunakan signposting seperti however, therefore, moreover, in contrast.
- Manfaatkan proofreading atau jasa language editing untuk meningkatkan kualitas bahasa.
5. Perkuat dengan Data dan Referensi Terbaru
Artikel conference yang baik tidak hanya menyajikan argumen, tetapi juga data empiris. Pastikan:
- Data valid, jelas, dan disajikan dalam tabel, grafik, atau gambar.
- Referensi minimal 70% berasal dari jurnal/prosiding internasional 5 tahun terakhir.
- Gunakan reference manager (Mendeley, Zotero, EndNote) untuk konsistensi sitasi.
6. Perhatikan Etika Publikasi dan Plagiarisme
Etika publikasi adalah syarat mutlak dalam conference internasional:
- Plagiarisme <20% sesuai standar. Gunakan Turnitin, iThenticate, atau Plagiarism CheckerX.
- Hindari salami publication (membagi satu penelitian jadi banyak artikel dangkal).
- Jangan kirim artikel yang sama ke dua conference berbeda.
7. Lakukan Peer Review Internal
Sebelum mengirim artikel, mintalah rekan sejawat membaca dan memberi masukan. Hal ini membantu memperbaiki:
- Alur logika penulisan.
- Konsistensi metodologi.
- Bahasa akademik dan kesalahan teknis.
Beberapa universitas bahkan memiliki writing clinic untuk membantu peneliti memoles naskah.
8. Siapkan Presentasi yang Mendukung
Jika artikel diterima, penulis wajib mempresentasikan hasil penelitian. Persiapkan:
- PowerPoint/Keynote maksimal 10–15 slide.
- Fokus pada poin utama, bukan detail panjang.
- Gunakan grafik, bagan, dan visualisasi data yang menarik.
- Latihan presentasi agar sesuai dengan waktu (5–10 menit).
9. Manfaatkan Publikasi untuk Karier Akademik
Artikel conference yang diterima umumnya dipublikasikan dalam prosiding ber-ISBN atau bahkan terindeks Scopus/ISI Web of Science. Manfaatnya:
- Mendukung syarat kenaikan pangkat dosen (BKD, LKD).
- Meningkatkan h-index dan sitasi.
- Memperluas jejaring akademik internasional.
Kesimpulan
Menulis artikel conference internasional bukan sekadar menyusun laporan penelitian, tetapi juga strategi untuk membangun reputasi akademik. Kuncinya adalah taat pada pedoman CfP, menghadirkan novelty, menulis dengan bahasa akademik yang jelas, memperhatikan etika publikasi, serta menyiapkan presentasi yang efektif.
Konsultasikan Segera Kebutuhan Publikasimu Melalui Whatsapp Di Bawah Ini!













Tinggalkan Balasan